Investasi di P2P Lending Bisa Cegah Krisis Ekonomi? Skip to main content
YUDHA SEO

follow us

Investasi di P2P Lending Bisa Cegah Krisis Ekonomi?

Investasi di P2P Lending Bisa Cegah Krisis Ekonomi?

Investasi di P2P Lending Bisa Cegah Krisis Ekonomi?  

Situasi pandemi Covid-19 sekarang ini secara langsung berdampak pada berbagai sektor di Dunia, termasuk perekonomian. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi global turut melambat akibat pandemi ini. Bahkan, beberapa negara di Dunia pun mengalami imbas yang lebih besar yakni resesi ekonomi , tidak terkecuali Indonesia.  

Setelah menunjukkan pertumbuhan yang minus 5,23 % di kuartal lalu, Indonesia dipastikan akan mengalami resesi ekonomi di kuartal ketiga tahun ini. Kondisi resesi ini sebenarnya sudah diprediksi sejak lama mengingat dampak pandemi yang mempengaruhi banyak sektor secara global.  

Situasi dan kondisi ekonomi global saat ini secara tidak langsung mengingatkan kembali akan krisis keuangan Asia di tahun 1997) maupun krisis keuangan global pada tahun 2008. Meski begitu, di tengah krisis global tahun 2008, industri financial technology (fintech) pun lahir menjadi solusi pemulihan ekonomi. 

Pasalnya, industri fintech mampu memadukan praktik finansial pada institusi keuangan konvensional dengan teknologi yang yang mendorong sektor ekonomi secara signifikan. Pada prosesnya, jenis fintech yang diketahui mampu menstimulasi pemulihan ekonomi adalah fintech Peer to Peer (P2P) Lending Produktif, khususnya yang berfokus pada pembiayaan UMKM.  

UMKM memang disebut-disebut lebih kebal terhadap kondisi krisis ekonomi dibandingkan perusahaan-perusahaan konvensional. Hal ini terbukti karena, kontribusi dari UMKM telah mencapai 60% Produk Domestik Bruto (PDB), terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.  

Bukti lainnya bisa dilihat saat krisis moneter yang dialami Indonesia pada tahun 1998.  Kala itu, sebanyak 64% dari jumlah keseluruhan UMKM nasional tidak mengalami perubahan omset. Berdasarkan persentase tersebut, artinya ada 225.000 UMKM yang tidak terkena dampak krisis moneter waktu itu.  

Jika melihat kontribusi PDB yang mencapai 60%, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia pun diprediksi bisa meningkat terus. Hal ini sangat mungkin terjadi, terutama sekarang banyak UMKM yang mulai beralih ke online platform agar dapat beradaptasi dengan masa pandemi.  

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM sebanyak 8 juta atau setara 13% dari total keseluruhan UMKM nasional sudah beralih ke daring. Sementara sisanya masih berjuang menggunakan cara konvensional.  

Adapun, bisnis UMKM memang dikenal bergerak di banyak sektor, seperti kuliner, kerajinan tangan, fesyen, hingga pertanian. Karena itu, produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM pun semakin beragam. Sebagai konsumen, masyarakat juga dimanjakan dengan jutaan opsi produk UMKM yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan preferensi.  

Terlebih, jika dibandingkan dengan produk-produk lainnya, produk UMKM cenderung lebih dekat ke konsumen. Perlu diketahui, para pelaku UMKM tersebar di berbagai tempat di Indonesia, bukan hanya fokus di kota-kota besar.  

Keberadaan UMKM ini secara tidak langsung telah memperkecil jurang ekonomi. Masyarakat di kota terpencil tidak perlu repot jauh-jauh datang ke kota besar untuk memenuhi kebutuhan mereka. Adapun, untuk menjawab kebutuhan modal tambahan ataupun untuk kebutuhan mengatasi krisis pasca COVID-19, fintech dapat membantu memberikan akses finansial yang mudah dan aman untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan UMKM.  

Nah, salah satu platform Peer to Peer (P2P) Lending Produktif yang aman dan tepercaya adalah Amartha. Sebagai informasi, Amartha adalah perusahaan pionir dalam layanan fintech peer to peer lending (P2P) yang menghubungkan pendana urban dengan pengusaha mikro di pedesaan. Hingga saat ini tercatat sudah ada lebih dari 500.000 perempuan di seluruh penjuru Indonesia telah menjadi mitra Amartha untuk diberdayakan.  

Dengan bergabung menjadi pendana di Amartha, kamu berarti telah berpartisipasi menciptakan dampak sosial yang nyata berupa kesejahteraan merata loh. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan keuntungan hingga 15% per tahun dan cash flow mingguan. Oh ya, pembayaran angsurannya juga bisa bisa diambil kapan saja. Makanya, yuk bergabung di Amartha! 

You Might Also Like:

Open Comment