3 Rekomendasi Saham untuk Pemula Skip to main content
YUDHA SEO

follow us

3 Rekomendasi Saham untuk Pemula

Investasi saham saat ini menjadi satu pilihan masyarakat terutama milenial yang baru ingin berinvestasi. Hal ini terlihat dari peningkatan investor milenial selama pandemi Covid-19. Besarnya godaan untuk mulai berinvestasi saham dan meraup keuntungan menjadi pendorong banyaknya pertanyaan "Saham apa yang bagus?". 

Meski terkesan sederhana, jawaban dari pertanyaan tersebut membutuhkan analisis lebih mendalam. Selain itu, jangan lupa bagi investor juga harus menyesuaikan tujuan investasinya dan mempelajari mengenai pasar saham itu sendiri.  

Head of Market Development Indo Premier Sekuritas, Banyu Adiputra, mengatakan untuk menjawab pertanyaan "saham apa yang bagus?" ada tiga langkah yang bisa dilakukan oleh investor pemula. Pertama saham yang sudah dikenal, terkenal, dan memiliki harga terjangkau.  

Berikut tiga rekomendasi dalam memilih saham:  

1. Saham yang Dikenal  

Sebelum membeli saham suatu perusahaan, ada baiknya kita memilih perusahaan yang produk atau jasanya sudah sering kita gunakan. Keunggulannya adalah kita sebagai investor sudah tahu atau bahkan menyukai bisnis, produk, maupun jasanya, sehingga akan lebih memudahkan kita untuk mengikuti perkembangan bisnis dan keuangannya.  

Sayangnya, hal ini sering dilupakan oleh investor pemula. Selain itu memilih saham dengan cara seperti ini juga memiliki kelemahan, yaitu kinerjanya yang belum tentu terjamin karena semua tergantung dari kemampuan perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya dan ekspektasi investor lainnya terhadap prospek bisnisnya.  

2. Saham yang Terkenal  

Investor bisa memilih emiten dengan memilih perusahaan yang memiliki reputasi baik di pasar sejak 5 hingga 20 tahun ke belakang. Biasanya perusahaan seperti ini memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas yang besar sehingga telah menjadi konstituen di beberapa indeks seperti LQ45, JII, IDX30, dan variannya.  

Keunggulan dari perusahaan seperti ini adalah sudah terbukti memiliki keberlangsungan usaha dan kinerja keuangan yang bagus dalam jangka panjang. Namun, karena reputasi ini biasanya harga dan valuasinya cenderung sudah terlalu tinggi sehingga sulit dijangkau oleh investor pemula yang memiliki dana terbatas.  

3. Saham dengan Fundamental Bagus dan Harga Murah  

Investor juga bisa mencari perusahaan yang memiliki fundamental yang baik, serta prospek bisnis yang menjadikan. Selain itu, jika dilihat kondisi keuangannya juga dalam kondisi yang baik, namun masih belum banyak investor yang mengetahuinya. Perusahaan seperti ini biasanya harga dan valuasinya cenderung masih rendah dan memiliki potensi imbal hasil yang cukup tinggi.  

Saham seperti inilah yang paling ideal untuk dimiliki, khususnya oleh investor pemula. Namun, tentunya untuk mendapatkan saham-saham yang seperti ini dibutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra untuk mempelajari bisnis dan keuangannya secara mendalam. Hasilnya pun tidak jarang baru terasa setelah beberapa lama kita berinvestasi.  

Dari ketiga cara tersebut, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Investor bisa menyesuaikan dengan profil risikonya untuk mendapatkan return yang maksimal. Belum tentu beberapa emiten yang sering direkomendasikan cocok dengan profil risiko, tujuan, dan time horizon masing-masing investor.  

"Saham itu, seperti instrumen investasi lainnya, bukanlah untuk semua orang. Setiap investor memiliki karakteristik dan preferensinya masing-masing. Namun, dari segi kemudahannya, untuk investor pemula yang risk averse biasanya disarankan untuk memulai investasinya di reksa dana pasar uang, sedangkan yang risk lover bisa memulai dengan Exchange Traded Fund (ETF). Baik saham, reksa dana, maupun ETF, semua dapat ditransaksikan di aplikasi IPOT tanpa minimum deposit," katanya. 

You Might Also Like:

Open Comment